Tukang Pentol Bawa Kabur Anak Ingusan Pilihan

Minggu, 29 Januari 2017 17:20 Ditulis oleh  Diterbitkan di Ponorogo
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Tukang Pentol Bawa Kabur Anak Ingusan ilustrasi: istimewa

Ponorogo, Memorandum - Akibat melarikan anak ingusan, Sukron Akbar Saputra (21), warga Dukuh Ngelak, Desa Cekok, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, diringkus polisi.

Seperti disampaikan Kapolsek Somoroto Kompol Budi Nurtjahjo, selama beberapa hari Sukron membawa lari gadis di bawah umur sebut saja Bunga (16), warga Jalan Lawu, RT 02/RW 01, Dukuh Yagan, Desa Carat, Kauman Ponorogo.

 “Tersangka yang merupakan pedagang pentol bakso kita tangkap di rumahnya,” ujar Budi Nurtjahjo, Jumat (27/1).

Kejadian pada 19 hingga22 Januari. Awalnya korban yang duduk di bangku kelas X, salah satu SMAN di Kauman, bergabung dengan komunitas punk. Bersama komunitas itu, korban berangkat ke Madiun, Tulungagung, Blitar dan kembali ke Ponorogo. Sampai di Ponorogo, korban berkenalan dengan Sukron. Lalu keduanya bermalam di lokasi wisata Ngebel. Karena termakan bujuk rayu Sukron, korban pasrah saat diajak berhubungan suami istri sebanyak dua kali. Dan setelah itu hingga beberapa hari korban tidak pulang.

Akibat anak gadisnya tak pulang, keluarganya bingung mencari. Akhirnya berhasil menghubungi korban lewat facebook. Setelah dibujuk, keluarga dapat menemukan korban di Terminal Seloaji Ponorogo.

Begitu ketemu, keluarga korban menghubungi petugas Polsek Somoroto dan dilakukan penjemputan. Setelah didesak keluarganya, korban menceritakan apa yang dialaminya. Mendengar cerita anak gadisnya membuat pihak keluarga marah, selanjutnya melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Dari penyelidikan, akhirnya Sukron diamankan. Barang bukti yang diamankan satu unit sepeda motor yang digunakan sebagai alat kejahatan, satu buah celana dalam korban dan satu buah celana panjang korban. Sukron dijerat UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun kurungan maksimal 15 tahun. (hud)