Polisi Kantongi Identitas Dua Buron, Begal Tewas di Jabon Pilihan

Selasa, 31 Januari 2017 23:59 Ditulis oleh  Diterbitkan di Sidoarjo
Nilai butir ini
(0 pemilihan)

Sidoarjo, Memorandum - Aparat Sat Reskrim Polresta Sidoarjo bergerak cepat untuk meringkus komplotan begal asal Pasuruan yang mengacak-acak Sidoarjo, Minggu (29/1) dini hari. Saat ini, aparat korps Bhayangkara berusaha membekuk dua pelaku yang masih buron. “Kami masih terus mengejar dua pelaku begal yang berhasil kabur dalam peristiwa di Desa Kedungpandan, Jabon, kemarin,” papar Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Manang Soebeti, Senin (30/1).

Dijelaskan mantan Kapolsek Sawahan Polrestabes Surabaya dan mantan Kanit Lingkungan Hidup Ditreskrimsus Polda Jatim tersebut, pihaknya berhasil menguak identitas seorang pelaku begal yang kemarin ikut tewas diamuk massa. Pelaku itu bernama Iskandar. Umurnya tak jauh beda dengan pelaku Herman yang juga tewas dalam kejadian tersebut. Yakni, berusia 26 tahun “Tempat tinggalnya juga satu kampung dengan pelaku Herman (Dusun Kedungbanteng Desa Sembon Selatan Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan, Red),” terangnya.

Setelah berhasil menguak dua pelaku yang tewas, perwira polisi itu mengaku fokus memburu dua pelaku lain yang berhasil kabur. Identitas keduanya bahkan sudah dikantongi polisi. “Kalau inisialnya, pasti nanti akan kita tunjukkan. Jangan sekarang, daripada keduanya nanti malah lari. Yang jelas, identitas kedua pelaku sudah kita kantongi. Semoga saja keduanya bisa cepat kita tangkap,” tandasnya.

Tak hanya Polresta Sidoarjo, Polres Pasuruan juga melakukan penyelidikan terkait jaringan dua begal yang tewas dimassa di Jabon. Seperti diungkapkan AKP Khoirul Hidayat, Kasat Reskrim Polres Pasuruan mengatakan, semenjak diketahui salah satu merupakan warga Rembang, anggotanya langsung diterjunkan untuk melakukan penelusuran.

"Setelah kami menerima informasi bahwa pelaku yang tewas dimassa tersebut merupakan pelaku begal asal Rembang yang termasuk wilayah Hukum Polres Pasuruan, kami langsung melakukan penelusuran," ungkapnya.

Lebih lanjut lagi, Khoirul mengatakan, bahwa pelaku atas nama Herman tersebut, merupakan salah satu Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Pasuruan dengan kasus yang sama. "Komplotan ini memang menjadi buruan kami, dan sudah menjadi DPO, saat ini kami fokus dulu kepada rekan pelaku yang berhasil melarikan diri, saat ini juga kami lakukan penelusuran, mohon doanya agar segera ditangkap," papar Khoirul.

Seperti diberitakan, Herman, Iskandar, dan kedua rekannya yang kini buron, telah mengacak-acak wilayah hukum Polresta Sidoarjo, Minggu (29/1) dini hari sekitar pukul 05.00. Komplotan begal itu masuk ke Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, untuk mencari sasaran. Mereka berboncengan dua motor Suzuki Satria Fu dan Honda Beat. Dan, target mereka akhirnya tertuju kepada Poniran, warga Desa Kedungpandan, RT 10/ RW 03, Kecamatan Jabon, yang baru pulang mengantar anaknya kerja.

Poniran yang mengendarai motor Honda Vario warna putih sendirian, mereka buntuti. Mereka bahkan langsung menghentikan laju motor Poniran, setiba di areal persawahan sepi yang masuk wilayah Dusun Jimbe Desa Kedungpandan. Berbekal sebilah sajam, Poniran mereka ancam untuk menyerahkan motornya.

Namun, korban Poniran ternyata bukan penakut. Meski diancam bunuh, lelaki berusia 48 tahun itu justru melawan sembari berteriak-teriak. Walau, keberanian itu harus dibayar mahal, lantaran salah satu pelaku yang membawa sajam, langsung menyabetkan senjata mematikan itu ke arah kepala korban. Upaya ini berhasil ditangkis kedua tangan korban, hingga nyaris putus.

Di sisi lain, teriakan korban ternyata didengar oleh warga sekitar TKP. Mereka langsung berdatangan ke lokasi untuk membantu korban. Kondisi ini membuat keempat begal ketakutan. Dua pelaku langsung kabur mengendarai Suzuki Satria Fu. Sedangkan Herman dan Iskandar yang berboncengan Honda Beat berhasil diringkus warga, dan langsung menghakimi kedua pelaku.

Herman dan Iskandar ditelanjangi. Keduanya juga terus dihujani pukulan dan tendangan. Beberapa warga juga sempat mengeprukkan benda-benda keras yang ada di sekitar lokasi, ke kepala korban. Dalam kondisi sudah tak berdaya (bahkan mungkin sudah tak bernyawa), salah satu pelaku juga diceburkan ke saluran.
Masih belum puas, warga juga membakar motor Honda Beat milik pelaku. Polisi yang datang langsung mengevakuasi dua jasad pelaku ke RS Pusdik Gasum Porong untuk diotopsi. Sedangkan korban Poniran yang tangan kirinya nyaris putus, dirujuk ke RS Bangil, Pasuruan. (ded/med/san/ryt)