Warga Tebel Hajar Bandit Bercelurit Pilihan

Rabu, 01 Februari 2017 00:11 Ditulis oleh  Diterbitkan di Sidoarjo
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Zainul Yakin dan barang bukti di Mapolsek Gedangan. Zainul Yakin dan barang bukti di Mapolsek Gedangan.

Sidoarjo, Memorandum - Lagi-lagi massa marah terhadap bandit jalanan. Setelah sehari sebelumnya warga Jabon menghajar dua begal motor hingga tewas, kemarin (30/1) pagi giliran warga Desa Tebel, Kecamatan Gedangan, menghajar penjahat yang tertangkap basah mengerjai mahasiswi.

Bandit yang ketiban apes kali ini Zainul Yakin (19), warga Dusun Ibrak, RT 05/ RW 04, Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Ia jadi bulan-bulanan massa dan nyaris tewas di tangan mereka seandainya tidak cepat ditolong perangkat Desa Tebel dan diserahkan ke Mapolsek Gedangan. Ia kini meringkuk di sel tahanan.

Sementara seorang rekannya, Wahid (21), warga Dusun Ibrak, RT 05/RW 04, Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, berhasil membawa kabur Honda Beat milik korban. Hingga berita ini ditulis, dia masih buron.

Ceritanya, Senin sekitar pukul 07.00 Nur Hidayati (20), mahasiswi, warga Dusun Gelang, RT 02/ RW 03, Kec. Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, motornya mogok ketika melintas di Jalan Raya Tebel (dekat Pasar Tebel, Gedangan). Honda Beat hitam N 3028 VU yang dikendarainya tidak hanya mogok, tetapi bannya juga kempes.

Saat ia kebingungan, datang dua pria tak dikenal yang belakangan diketahui sebagai dua bandit jalanan, yakni Zainul dan Wahid. Mereka menawarkan bantuan mendorong motor korban ke tukang tambal ban. Tanpa curiga, korban mengiyakan tawaran itu. Tersangka Wahid (kini masih buron) kemudian mendorong motor korban ke tukang tambal ban. Sementara, Zainul tetap di lokasi bersama korban.

Setelah satu jam ditunggu, Wahid tidak kunjung datang. Korban akhirnya mulai curiga dan menanyai Zainul yang masih bersamanya. Korban akhirnya marah setelah Zainul menjawab tidak tahu. Ribut-ribut ini akhirnya didengar massa.

Massa kemudian menggeledah tas ransel yang dibawa tersangka Zainul. Begitu ditemukan senjata tajam jenis celurit, Zainul akhirnya jadi bulan-bulanan massa.

Massa yang memastikan Zainul adalah komplotan begal motor, yang belakangan ini meresahkan warga Sidoarjo, jadi sansak hidup. Ia ditendangi dan dipukuli massa di dekat Pasar Tebel. Beruntung, saat nyawanya terancam, datang perangkat Desa Tebel, Basori (47), warga Tebel Barat, RT 01/RW 01, Desa Tebel, Kecamatan Gedangan. Basori mengamankan Zainul dari keroyokan massa dan menghubungi Polsek Gedangan. Tak lama kemudian tersangka dievakuasi ke Mapolsek Gedangan oleh petugas patroli dan unit reskrim.

Senjata tajam jenis celurit dan tas ransel milik Zainul juga diamankan polisi. Saksi-saksi kejadian ini, baik saksi korban maupun saksi Basori yang mengamankan tersangka dari amukan massa, juga diperiksa polisi. Sayangnya, saat wartawan koran ini datang ke Mapolsek Gedangan, Zainul ternyata sudah tidak ada di mapolsek. Ia dikeler petugas gabungan Polsek Gedangan dan Polresta Sidoarjo untuk mencari Wahid yang membawa kabur motor korban.

Kanit Reskrim Polsek Gedangan Ipda Supratman membenarkan kejadian ini. Namun, ia enggan membeberkan data kejadian ini dengan dalih tersangka masih dikeler dan kasusnya masih dikembangkan Polsek Gedangan dan Sat Reskrim Polresta Sidoarjo. (med/san)