Polisi Tembak Perampok Lontar Pilihan

Senin, 30 Januari 2017 23:28 Ditulis oleh  Diterbitkan di Tuban
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Dwi Susilo (kiri) di Mapolres Tuban. Dwi Susilo (kiri) di Mapolres Tuban.

Tuban, Memorandum - Nasib apes dialami Dwi Susilo (30), warga Bumisari Praja, RT 08/RW 05, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya. Sebab, Dwi Susilo ditembak polisi usai merampok toko beras dan menggondol 25 kilogram beras dan beberapa barang lainnya, Minggu (29/1).

Dwi Susilo ditembak dibagian kaki kiri lantaran melawan ketika akan ditangkap di tempat tinggalnya.  Dwi Susilo bersama satu temannya berhasil merampok di toko beras Jaya Abadi di Jalan Diponegoro, Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Tuban.

“Setelah mengambil barang- barang di toko beras, pelaku mengikat tangan dan menutup mulut korban menggunakan lak ban berwarna coklat,” kata Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad.

Perampokan tersebut terjadi Sabtu (14/1) siang, sekitar pukul 13.30, di toko beras milik Agus Sujati. Dua pelaku mengendarai sepeda motor Honda Vario hitam dan selanjutnya berhenti di toko tersebut.

Pelaku masuk didalam toko dengan berpura-pura menanyakan harga beras kepada Sapuan, penjaga toko. Melihat keadaan sepi, pelaku langsung menodongkan senjata api (senpi) berupa korek api di kepala korban yang merupakan penjaga toko.

Selanjutnya, pelaku berhasil mengambil uang tunai Rp 120 ribu, hand phone dan satu sak beras dengan beras Rp 25 Kg didalam toko tersebut. Setelah mengambil barang, meraka berdua mengikat penjaga toko dan kemudian meninggalkan korban.

“Korban seoarang diri ditinggal didalam toko dalam keadaan tangan dan mulut terikat,” sambung Kapolres Tuban.

Modus tersangka melakukan aksi itu dengan cara berjalan-jalan mengelilingi kawasan Kota Tuban dengan mengunakan sepada motor. Kemudian ketika mendapatkan sasaran, pelaku masuk dengan berpura -pura sebagai pembeli beras.

“Jika dipastikan situasi sepi, maka pelaku langsung melakukan aksinya. Jika situasi tidak memungkingkan, maka pelaku berjalan keluar sambil menunggu situasi sepi,” terang Fadly samad. (saf/roh)