Polisi Bekuk Dua Begal Bronggalan Pilihan

Rabu, 01 Februari 2017 00:05 Ditulis oleh  Diterbitkan di Kriminal
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Rendra Styono Putra dan Yuda Ardyono didampingi petugas. Rendra Styono Putra dan Yuda Ardyono didampingi petugas.

Surabaya, Memorandum - Pelarian Rendra Styono Putra (20) dan  Yuda Ardyono (22), begal asal Jalan Bronggalan Sawah 5 Baru, selama empat bulan berakhir di tangan Unit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Surabaya. Keduanya dibekuk setelah tiga komplotannya yang tertangkap lebih dulu ‘nyanyi’ dihadapan polisi.

“Dari keterangan ketiga tersangka yang saat ini sudah tahap satu. Akhirnya kita berhasil mengamankan kedua pelaku,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, Senin (30/1).

Informasinya, sejak tiga temannya yaitu Agus Sugiantoro, Bryan Andri 
Leonardo, dan Ahmad Farid dibekuk, kedua tersangka ini memilih tiarap. Terutama Rendra, ia lebih berhati-hati dan bersembunyi di rumah neneknya.

Untuk menghilangkan rasa jenuh, selain memantau dari media, Rendra sering menuangkan uneg-unegnya lewat facebook miliknya. Di sana Rendra bisa berbagi cerita bersama pacarnya selama tidak ada kerjaan lagi.

Di facebooknya sendiri, Rendra pernah menuliskan kata-kata Kangen dolor”ku seng ng Medaeng ya Allah, pada 7 Desember 2016. Selain itu pada tanggal yang sama juga menulis bagi kamii penjara adalah sekolah!!Tapi ingat jangan pernah anggap kmi sampah. Status lainnya pada 26 Januari 2017, Rendra masih sempat menulis di akun facebooknya yang berisi mati orep ikuh opo jare kuoso guduk opo jare polrestabes.

Dari penyelidikan inilah, akhirnya unit yang dipimpin AKP Agung Pribadi mengetahui keberadaan Rendra yang dikenal cukup licin. Saat dibekuk, polisi juga mengamankan sangkur dan 80 butir pil koplo. Selain Rendra, yang merupakan residivis kasus serupa pada 2014 oleh Polsek Mulyorejo itu, polisi juga menciduk Yuda Ardyono. Karyawan ekspedisi ini biasanya bertugas sebagai pemantau di Suramadu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (15/2), sekitar pukul 03.30, komplotan begal yang berjumlah delapan orang ini berkeliling mencari sasaran di depan apartemen Jalan HR Muhammad. Waktu itu komplotan ini melihat Risa Mipawati (25), warga Jalan Raya Pradah Indah, berhenti dan mengeluarkan barang dari jok Honda Vario hitam L 6661 YX.

Pelaku lalu menghampiri Risa dan mendorongnya hingga teriatuh. Begitu Risa terjungkal, Vario dibawa lari. Selanjutnya, motor dibawa ke Bangkalan, Madura. Untuk memastikan adatidaknya razia polisi di sekitar akses Suramadu, komplotan ini menyuruh Yuda. Begitu dinyatakan aman, motor dibawa ke Desa Parseh, Bangkalan, Madura. 

Aksi selanjutnya Kamis (8/9) sekitar pukul 03.30. Saat ini korbannya Tidar (26), warga Desa Durenan, RT 06/RW 01, Kec. Gemarang, Madiun. Tidar yang waktu itu mengendarai CBR di depan PDAM Jalan Prof Dr Mostopo langsung dipepet dan dikeroyok. Begitu Tidar tak berdaya, dibawah ancaman sajam akhirnya menyerahkan motornya. (fer)