KPK Tangkap Tangan Hakim MK

Jumat, 27 Januari 2017 14:28 Ditulis oleh  Diterbitkan di Nasional
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Patrialis Akbar Patrialis Akbar

Jakarta, Memorandum - KPK menangkap hakim konstitusi Patrialis Akbar terkait dugaan suap gugatan UU Peternakan dan Kesehatan Hewan di Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam kasus suap ini KPK telah menetapkan 4 orang menjadi tersangka.


Mereka yang dijadikan tersangka adalah Patrialis Akbar dan KM selaku penerima suap. KM merupakan perantara dalam kasus ini. Selain itu ada 2 orang lagi jadi tersangka yaitu BHR dan NJF selaku penyuap. NJF merupakan sekretaris dari BHR.


"PAK (Patrialis) dan KM selaku penerima suap dikenakan pasal 12 huruf C atau pasal 11 UU Tipikor," ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan, saat jumpa pers di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (26/1), dikutip dari detik.com.


Sedangkan BHR dan NJF dijadikan tersangka dengan sangkaan pasal 6 dan pasal 13 UU Tipikor juncto pasal 55 KUHP. Basaria menambahkan, dalam kasus ini KPK menangkap 11 orang dan sudah menetapkan 4 tersangka. 7 orang lainnya masih berstatus saksi. "7 orang lainnya masih berstatus saksi," ucapnya.

Hakim konstitusi Patrialis Akbar sendiri ditangkap KPK di Mal Grand Indonesia (GI) bersama seorang wanita. "Lalu sekitar pukul 21.30 WIB, tim bergerak mengamankan PAK (Patrialis Akbar) pada saat jam tersebut di sebuah pusat perbelanjaan di Grand Indonesia bersama seorang wanita," ucap Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan.

Patrialis menerima suap berupa USD 20 ribu dan SGD 200 ribu dari pengusaha bernama BHR. Uang itu disampaikan melalui seorang perantara yang juga pengusaha bernama KM. Uang suap itu berkaitan dengan permohonan uji materi Undang-undang nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. (*/win)