Tetap Banjir, Warga Pagesangan Desak Pengurukan Makam Pilihan

Selasa, 24 Januari 2017 23:34 Ditulis oleh  Diterbitkan di Olahraga
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Survei makam oleh petugas DKP. Survei makam oleh petugas DKP.

Surabaya, Memorandum - Belum maksimalnya pengurukan lahan makam warga Kelurahan Pagesangan,  Kecamatan Jambangan membuat warga mendesak agar segera dituntaskan. Sebab, normalisasi lahan makam warga yang dilakukan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya di lahan seluas 3900 meter persegi itu hanya separuhnya saja.    

Pengurukan lahan makam Pagesangan ini dilaksanakan mengingat selama kurun waktu lima tahun belakangan kondisinya selalu tenggelam pada musim hujan. Banjirnya lahan makam warga ini karena elevasinya lebih rendah dan tidak ada saluran untuk pembuangan air, sehingga air terus menggenang. Apalagi di sekeliling lahan makam tersebut merupakan bangunan rumah warga.

Untuk itu, warga mendesak agar segera ada realisasi untuk melakukan pengurukan berikutnya. Sebab warga mulai bingung saat ada warga yang meninggal dunia lantaran lubang kubur yang digali selalu dipenuhi air, meski galiannya tak terlalu dalam.

“Tentu saja ini menyulitkan warga untuk melakukan pemakaman meski harus dibantu dengan pompa air untuk menguras air dari dalam lubang kubur. Apalagi musim hujan seperti sekarang, tentu saja pemakaman jenazah warga agak susah,” kata Mimin warga Pagesangan.

Lurah Pagesangan Nanang Sugiyanto, dikonfirmasi membenarkan bahwa pengurukan lahan makam yang selesai dilaksanakan awal bulan lalu itu hanya cukup untuk separuhnya saja. Warga sudah mengajukan permohonan normalisasi kembali dan sudah dilakukan survei ke lokasi dari dinas terkait.

“Tahun lalu sudah diuruk, tapi hanya separuhnya dan dari dinas terkait sudah melakukan survei. Harapannya agar kelanjutan pengurukan ini bisa disegerakan. Meski warga dan LKMK melakukan pengadaan pompa air, mengingat ketika ada pemakaman selalu berlomba dengan air,” katanya, Senin (23/1).

Selain itu, lanjut Nanang, warga juga mengusulkan adanya saluran air di sekeliling dan di tengah makam. "Sebab, tidak adanya saluran pembuangan ini juga membuat air tidak bisa mengalir dan berkutat di lahan makam saja," imbuhnya. 

Warga berharap segera ada realisasi normalisasi termasuk saluran air bisa direalisaikan. (lis)