Biarkan Alat Berat Mangkrak, Hari ini Dewan Panggil Dinas PU Pengairan

 Pilihan

Selasa, 31 Januari 2017 23:36 Ditulis oleh  Diterbitkan di Olahraga
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Basuki dan Surawi. Basuki dan Surawi.

Surabaya, Memorandum - Komisi D DPRD Jatim siap memanggil Dinas PU Pengairan terkait membiarkan alat berat pemecah batu di depan kantor Kecamatan Tandes. Komisi yang membidangi pembangunan ini, menilai mentalitas dinas dalam penggelolaan aset perlu diperbaiki.


Anggota Komisi D Basuki Babussalam mengatakan, temuan adanya aset milik dinas dilingkungan Pemprov Jatim menunjukkan, mentalitas buruk lembaga dinas.

“Ini mentalitas buruk, aset dibiarkan mangkrak dan tidak memikirkan jika itu adalah aset rakyat,” terang Basuki Babussalam, Senin (30/1).

Basuki yang juga Ketua Pengembangan Organisasai dan Kader DPD PAN Jatim menyampaikan, selama ini dirinya tidak mendapat informasi itu.

“Namun kentyataanya, masih ditemukan aset mangkrak,” terang dia.

Lanjut Basuki, banyaknya masalah kecil hingga besar terkait aset, menunjukkan amburadulnya pendataan dan pengelolaan aset. Sebelumnya, sudah dua tahun lebih kendaraan atau alat berat untuk pemecah batu dibiarkan mangkrak didepan Kecamatan Tandes, Jalan Balongsari yang menganggu pemandangan.  Bahkan, kendaraan berat milik Dinas PU Pengairan.

Terpisah Surawi anggota Komisi D dari Partai Demokrat (PD) menyampaikan, pihakya melakukan ivestigasi terlebih dahulu, terkait keberadaan alat berat tersebut milik siapa. Ia akan menayakan, saat Dinas PU pengairan melakukan hearing dengan Komisi D, Selasa (31/1) hari ini.

“Apakah itu alat milik pengairan atau dinas lain. Alat itu diadakan mengunakan uang rakyat, apakah dari APBN atau APBD provinsi atau kabupaten. Yang jelas alat tersbeut aset negara. Seharusnya alat itu, dimanfaatkan secara maksimal untuk pembangunan infrastruktu dan pemeliharaan infrastruktur,” tandas dia. (day)