Tamu Klub Malam di TP Tewas Ditikam Pilihan

Rabu, 01 Februari 2017 00:09 Ditulis oleh  Diterbitkan di Peristiwa
Khalied Al Ghazy menunjukkan barang bukti pisau dan Mustofa di rumah sakit. Khalied Al Ghazy menunjukkan barang bukti pisau dan Mustofa di rumah sakit.

Surabaya, Memorandum - Pengunjung diskotek di kompleks pertokoan Tunjungan Plasa II, Senin (30/1) pagi digemparkan penusukan hingga tewas. Korbannya Mustofa (24), warga Jalan Sidodadi IX. Dia diduga ditikam seorang pengunjung diskotek itu.

Peristiwa ini dilaporkan ke Polsek Tegalsari. Tidak lama setelah itu, Khalied Al Ghazy (22), warga Jalan Arimbi Pembantaian I, RT 4/RW 1, Kelurahan Sidotopo,  Kecamatan Semampir, dibekuk. Polisi juga mengamankan sebilah pisau berukuran kecil.

Sayangnya, dalam rilis yang digelar di Mapolsek Tegalsari, pihak polsek terkesan bungkam. Meski telah meringkus pelakunya, polisi terkesan menutup-nutupi lokasi penganiayaan itu. Hingga kemarin sore, bahkan tak terlihat garis polisi terpasang di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami belum bisa memberikan keterangan karena pelaku tidak mau bicara,” dalih Kapolsek Tegalsari Kompol Noerijanto saat rilis, Senin sore. Polisi juga menolak memberikan keterangan terkait motif penganiayaan itu.

Hanya, berdasar informasi yang dihimpun koran ini, penikaman itu bermula dari perselisihan Mustofa dan Khalied Al Ghazy saat dugem di dalam diskotek. Saat mendengarkan dentuman musik disko, mereka bersenggolan tangan.

“Mereka kemudian cekcok dan saling kejar sampai di parkiran mobil di luar diskotek,” ungkap sumber di kepolisian yang enggan disebutkan namanya. Di area parkiran atau tepatnya di samping diskotek itu, pelaku yang sopir travel ini menikam dada dan perut kanan korban.

Dari dua kali tusukan itu, Mustofa yang bertubuh gemuk langsung terkapar. Tak lama berselang, beberapa petugas keamanan dan pengunjung diskotek berusaha memberikan pertolongan. Anggota Reskrim Polsek Tegalsari juga mendatangi TKP.

Mustofa sempat dibawa ke Rumah Sakit Adi Husada, Jalan Undaan Wetan. Tapi, nyawa Mustofa tak tertolong. Selanjutnya jasad Mustofa dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Soetomo guna dimintakan visum atas kematian tak wajar tersebut.

Peristiwa itu sempat memunculkan beberapa dugaan terkait latar belakang perselisihan Mustofa vs Khalied Al Ghazy. Beberapa sumber koran ini menyebut motifnya adalah asmara. Namun, tak sedikit yang menyebut berkaitan dengan jaringan narkoba.

Seperti diketahui, rumah Mustofa dan Khalied Al Ghazy berdekatan. Bahkan, kawasan Jalan Arimbi tempat rumah Khalied Al Ghazy dan Jalan Sidodadi tempat rumah Mustofa kerap digerebek polisi karena ada kasus narkoba. “Kami masih menunggu hasil tes urine korban dan pelaku,” ujar petugas. (yok)