Hakim Bebaskan Singky Soewadji, Tak Terbukti Cemarkan Nama Ketua PKBSI Pilihan

Jumat, 20 Januari 2017 16:35 Ditulis oleh  Diterbitkan di Hukum
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Singky berjabat tangan dengan kuasa hukumnya. Singky berjabat tangan dengan kuasa hukumnya.

Surabaya, Memorandum - Singky Soewadji, pemerhati satwa Kebun Binatang Surabaya dinyatakan bebas dalam sidang pencemaran nama baik terhadap Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Se Indonesia (PKBSI), Rahmat Syah.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Singky Soewadji tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik seperti dalam dakwaan jaksa penuntut umum," ujar hakim Ari Jiawantara, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (19/1), sebagaimana dikutip dari beritajatim.com.

Terdakwa Singky Soewadji lanjut Hakim Ary, tidak terbukti melanggar pasal 310 KUHP jo pasal 311 KUHP jo pasal 27 ayat 3 jo pasal 28 ayat 2, pasal 45 ayat 1 dan 2 UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi.

Usai divonis bebas, Singky langsung berjabat tangan dengan kuasa hukumnya Martin Suryana. Dengan saling berjabat tangan, Singky dan Martin kompak langsung berteriak "merdeka". Keduanya pun terlihat sumringah atas vonis yang diberikan majelis hakim.

Atas vonis bebas tersebut, Singky mengaku bersyukur. "Kalau saya kan sejak awal sudah katakan bahwa saya akan bebas. Kenapa saya bebas? Karena permasalahan sebenarnya adalah 421 satwa dijarah. Sampai ke liang lahat pun akan saya kejar yang namanya Rahmat Sah dan Tony Sumampau," kata Singky.

Saat ditanya apakah dirinya bakal melaporkan balik Rahmat Syah, Singky membantahnya. "Tidak (melaporkan balik), saya tidak ada kepentingan pribadi. Saya hanya memperjuangkan penjarahan satwa KBS, saya tidak ada dendam pribadi dengan Rahmat Syah maupun Tony Sumampau," katanya.

Singky pun berjanji akan terus mengkritisi dugaan penjarahan satwa KBS. "Tetap akan saya kritisi. Kalau gak kritis itu namanya bukan Singky lagi," ungkap Singky.

Sementara itu, Joko Budi Darmawan, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipenkum) Kejari Surabaya, memastikan bakal mengajukan upaya hukum kasasi atas vonis bebas majelis hakim. "Kita pasti kasasi," kata Joko.

Singky terjerat kasus ini setelah dilaporkan ke polisi oleh Rahmat Syah. Tuduhan kepada Singky tersebut didasarkan pada postingan Singky di akun Facebook miliknya yang salah satu isinya sebagai berikut: "Tahukah anda? Apa kata PETA soal kandang Orang Utan seperti ini? Dan kandang seperti ini ada di Taman Hewan Pematang Siantar milik Ketum PKBSI Rahmat Shah lho!. Begini kok dibilang KBS tidak layak? Masih lebih layak Taman Hewan Pematang Siantarkah? Kenapa anggota diam".

Singky sendiri sempat menikmati pengapnya udara Rutan Klas I Medaeng, Surabaya usai menjalani pelimpahan tahap dua di Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Namun penahanan Singky akhirnya dirubah menjadi tahanan kota oleh majelis hakim yang diketuai Ari Jiwantara. (*/win)