200.000 Warga Surabaya Belum Rekam E-KTP, Blangko Kosong, Maret Baru Datang Pilihan

Senin, 30 Januari 2017 23:06 Ditulis oleh  Diterbitkan di Surabaya Kota
Nilai butir ini
(0 pemilihan)

Surabaya, Memorandum - Jumlah warga Surabaya yang belum melakukan perekaman E-KTP ternyata cukup besar. Data terakhir menunjukkan, ada sekitar 200.000 warga yang belum melakukan rekam E-KTP. Sedang yang belum punya E-KTP, jumlahnya jauh lebih banyak. Sebab, yang sudah melakukan perekaman saja, tidak bisa langsung mendapatkan E-KTP karena blangkonya kosong.

Karena itu, warga Surabaya yang ingin mendapatkan E-KTP, harus bersabar lebih lama lagi. Sebab, hingga sekarang  pasokan blangko untuk cetak  kartu tanda penduduk elektonik ini masih ada. Diperkirakan Maret nanti blangko E-KTP baru datang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya Suharto Wardoyo mengatakan, bangko E-KTP sudah kosong sejak awal Oktober lalu. Sampai sekarang, belum ada kiriman blangko  E-KTP dari Kemendagri RI.

“Kami  sekarang ini memang menunggu pasokan blangko E-KTP. Sekarang ini di Kemendagri sedang proses lelang,” ujarnya.

Diperkirakan, kata dia, Maret mendatang pasokan  blangko E-KTP baru datang. Karena pada bulan itu sudah ada pemenang lelang blangko E-KTP. “Insya Alloh Maret  blangko sudah ada, sehingga pembuatan  E-KTP bisa dilaksanakan,” ujar pejabat yang biasa disapa Anang ini.

Jika ada warga yang membutuhkan E-KTP, kata Anang, sesuai surat edaran Kemendagri RI,  pemerintah kabupaten dan kota bisa membuat surat keterangan pengganti KTP elektronik sejak Oktober 2016.

Surat keterangan pengganti E-KTP, tambahnya,  bisa digunakan untuk berbagai kepentingan. Diantaranya, pelayanan perbankan, imigrasi, perizinan, pajak, pertanahan dan lainnya. Surat ini berlaku selama 6 bulan. Mereka yang memegang surat keterangan tersebut sama saja dengan E-KTP.  

Untuk mendapatkan surat keterangan pengganti E-KTP tersebut permohonannya melalui  kecamatan. “Selanjutnya kecamatan mengajukan ke dispendukcapil,” katanya.

Anang memperkirakan, untuk mendapatkan surat keterangan prosesnya berlangsung maksimal 7 hari. Pasalnya, volume pengajuan relatif banyak dan di tiap kecamatan berbeda-beda. “Namun kita usahakan secepatnya,” tegasnya.

Ditanya banyak warga yang belum mendapatkan E-KTP, ia mengaku tidak tahu persis. “Besok Senin (30/1) akan saya tanyakan ke staf,” cetusnya.

Meski tidak melayani pencetakan E-KTP, Dispendukcapil Surabaya masih melayani perekaman bagi warga yang belum dan mereka yang sudah menginjak  17 tahun. “Kami sekarang ini masih melayani perekaman E-KTP  dari masyarakat.  Ada  sekitar 200 ribu warga yang belum  melakukan perekamanan. Mereka kebanyakan berada di luar kota, bahkan luar negeri,” katanya. (udi)