Pembuatan Surat Keterangan E-KTP Tak Maksimal Pilihan

Selasa, 31 Januari 2017 23:43 Ditulis oleh  Diterbitkan di Surabaya Kota
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Warga mengurus E-KTP di Dispendukcapil Surabaya. Warga mengurus E-KTP di Dispendukcapil Surabaya.

Surabaya, Memorandum - Sejak  terjadi kekosongan blangko,  warga kota yang mengurus surat keterangan E-KTP, cukup banyak. Tidak heran, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya harus lembur hingga malam.

Kepala Dispendukcapil Suharto Wardoyo mengatakan sejak Oktober 2016, pihaknya telah mengeluarkan sekitar 200 ribu surat keterangan E-KTP. Surat itu dikeluarkan untuk pengganti sementara E-KTP karena  pihaknya tidak bisa mencetak E-KTP bentuk pisik.

Yang menjadi kendala adalah minimnya jumlah printer tinta yang tersedia di dispenduk. Pihaknya hanya memiliki 3 unit, sementara itu permintaan pembuatan surat keterangan E-KTP cukup banyak.

“Jadi kami  tidak bisa mencetak dengan banyak karena printernya kurang. Maka surat keterangan itu baru bisa keluar seminggu lebih,” katanya, kemarin.

Untuk mengatasi kendala tersebut, pegawai dispenduk sendiri harus  bekerja lembur hingga malam. “Tujuannya agar surat keterangan E-KTP bisa tercetak secepatnya,” ungkapnya.

Disinggung berapa banyak orang yang setiap harinya mengurus  surat keterangan E-KTP, ia mengatakan tidak hapal. Yang pasti cukup banyak. Sebab, untuk mengurus surat keterangan itu, warga mengurus di kecamatan masing-masing. Setelah itu dikirim ke dispenduk yang berkantor di gedung  Siola, Jalan Tunjungan.

Dalam kesempatan itu, Suharto Wardoyo mengatakan hingga sekarang pihaknya belum mendapatkan pasokan blangko  E-KTP dari Kemendagri RI. Dan itu sudah terjadi sejak  awal Oktober tahun lalu.

“Kami  sekarang ini memang lagi menunggu pasokan blangko E-KTP. Sekarang ini Kemendagri sedang proses lelang,” ujarnya.

Diperkirakan Maret mendatang,  masih lanjut  Suharto Wardoyo, pasokan  blangko E-KTP bias dilaksanakan. Diperkirakan sudah ada pemenang lelang blangko E-KTP. “Insya Allah Maret  blangko sudah ada sehingga pembuatan  E-KTP bisa dilaksanakan di sini,” ujar pejabat yang disapa Anang ini.

Untuk mengantisipasi jika warga membutuhkan E-KTP, Anang mengatakan  sesuai surat edaran Kemendagri RI,  bahwa pemerintah kabupaten dan kota diminta memberlakukan surat keterangan pengganti KTP elektronik mulai Oktober 2016.

Surat keterangan pengganti E-KTP  bisa digunakan untuk berbagai kepentingan, diantaranya pelayanan perbankan, imigrasi, perizinan, pajak, pertanahan dan lainnya. Surat ini berlaku selama 6 bulan. Mereka yang memegang surat keterangan tersebut sama saja dengan E-KTP.  

Untuk mendapatkan surat keterangan pengganti E-KTP tersebut permohonannya melalui  kecamatan.Selanjutnya kecamatan mengajukan ke dispendukcapil.  Surat keterangan ini prosesnya berlangsung maksimal 7 hari. (udi)