Seleksi Bawas PD Pasar Surya Tak Transparan Pilihan

Selasa, 31 Januari 2017 23:50 Ditulis oleh  Diterbitkan di Surabaya Kota
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Erwin Tjahyuadi Erwin Tjahyuadi

Surabaya, Memorandum - Penentuan badan pengawas (bawas) dan Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) oleh Pemkot Surabaya yang tanpa berkomunikasi dengan legislatif, dipertanyakan. Apalagi, muncul nama yang ditengarai masih aktif dalam sebuah partai politik (parpol).

Mendapati itu, Komisi B akan segera memanggil Bagian Perekonomian Pemkot Surabaya dan Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Pemkot Surabaya, yang tiba-tiba sudah sudah memunculkan nama.

“Jika kita dianggap mitra, seharusnya diajak komunikasi. Memang seleksi kan dilakukan oleh Pemkot (Surabaya), tapi kalau sekarang banyak yang nanya kita malah baru tau siapa saa nama-namanya. Kita akan tanyakan itu, kok tiba-tiba sudah ditentukan pejabatnya,” kata Erwin Tjahyuadi, anggota Komisi B, Senin (30/1).

Hal ini disampaikan Erwin, sebab ada beberapa catatan yang patut dikoreksi dalam keputusan itu. Di antaranya munculnya nama Rusli Yusuf sebagai Dewas Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) yang dianggap mewakili unsur profesional.

Padahal sebelumnya, nama Rusli Yusuf adalah mantan Anggota DPRD Surabaya dari Partai Demokrat.

Masalah yang membelit PDPS ini menurut Erwin, tidak bisa dianggap enteng. Misalkan beberapa penyelewengan anggaran tarikan pasar yang sudah ditangani pihak berwajib juga menjadi dasar bahwa butuh pengawasan serius dalam seleksi ini.

“Misalkan Pak Rusli, apakah sudah mundur dari partai kita juga tidak tau dan standar profesionalnya seperti apa. Jangan sampai semangat untuk memperbaiki kinerja BUMD jadi sia-sia kalau seleksinya tidak transparan. Mestinya kita diajak berkomunikasi,” pinta politisi PDI Perjuangan ini.

Dalam penentuan komposisi pengangkatan direksi dan bawas PDPS mengacu Perda 6/2008 disebutkan bahwa pemkot boleh memasang lima orang dalam formasi bawas.

Komposisinya, dua orang dari pemkot, dua orang mewakili unsur profesional, dan seorang perwakilan pedagang. Saat ini baru muncul nama yaitu Rusli Yusuf dan Agus Setiawan yang dianggap dari unsur profesional.

“Nah dalam hal ini penentuan Bawas harus sesuai aturan dan ndak bisa setengah-setengah. Makanya tetap harus ada keterbukaan terhadap publik adanya perwakilan pedagang di bawas sangat penting,” tambahnya. (mik)