Menara Sutet Ancam Warga Makarya Binagun Pilihan

Selasa, 31 Januari 2017 23:54 Ditulis oleh  Diterbitkan di Surabaya Kota
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Perwakilan warga Makarya Binangun di DPRD Jatim. Perwakilan warga Makarya Binangun di DPRD Jatim.

Surabaya, Memorandum - Warga Perumahan Makarya Binangun RT 16/RW 04 Kelurahan Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, mendatangi Kantor DPRD Jatim, Senin (30/1) siang. Tidak kurang dari 17 kepala keluarga (kk) ini, resah karena lingkungan mereka dilewati sutet (saluran udara tegangan tinggi) milik PLN.

Ketua RT 16, Kuswanto, mengatakan, warga yang dipimpinnya mulai tidak nyaman. Kondisi ini terjadi, setelah Perusahaan Listrik Negara (PLN) memasang jalur tegangan tinggi 150 KVA.

“Sebenarnya pertemuan dengan PLN sudah beberapa kali, tetapi hingga kini belum ada kesepakatan. Warga sekitar lokasi takut kalau pada saat musim penghujan membahayakan,” terang Kuswanto mengawali pengaduan dihadapan Komisi D DPRD Jatim.

Meski tiang listrik dan kabel tegangang tinggi sudah terpasang diatas rumah warga, namun PLN belum memfungsikan. “Kami masih melawan, sampai ada kepastian,” tandas dia.

Sementara itu, Murjito sesepuh warga Makarya Binangun dan Ketua Paguyupan Warga Makarya (KPWM) menambahkan, selama pembangunan warga tidak pernah menghalangi. Namun sejumlah pertemuan yang digelar juga tidak membuahkan hasil. “Ini yang membuat kami, mengadukan ke DPRD Jatim,” terang Murjito.

Sebab selama ini, PLN juga tidak pernah menyampaikan dampak tegangan tinggi pada warga. “Selalu ingkar janji, sampai saat ini tidak ada pengukuran ruang horizontal bebas dari PLN,” ujar dia.

Murjito menyampaikan, sebelum dilakukan pembangunan tower, PLN memang sudah melakukan sosialisasi dibalai RW sekitar bulan Februari 2016. Saat itu, sebelum ada kesepakatan dengan warga yang tinggal di sekitar tower. Namun PLN tetap melakukan aktifitas.

Dalam pertemuan itu warga ditemui Ketua Komisi D Edy Paripurna, anggota Komisi D, Basuki Basusslaman (Fraksi PAN), Abdul Halim (Fraksi Gerindra), Surawi (Fraksi Demokrat), Makin Abas (Fraksi PKB).  Selain itu, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jatim dan ESDM Jatim juga nampak hadir.

Edy Paripurna menegaskan hasil kesepakatan, pihaknya siap mendampingi warga korban sutet di Perumahan Makarya Binangun untuk mengadukan langsung ke Pembangkit Jawa Bali (PJB) di Rungkut.

Menurut politisi PDIP ini, wajar warga meminta pertanggungjawaban PLN terkait dampak berdirinya sutet. “Saya kira wajar masyarakat resah, karena rumah warga berdekatan langsung dengan aliran tengangan tinggi,” terang dia.

Lanjut mantan Wakil Bupati Pasuruan ini, meminta PLN memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menambah fasilitas umum di lingkungan warga terdampak langsung. “PLN juga tidak bisa berdiam diri, mereka juga harus memahami keresahan warga,” tegasnya kembali.(day)